Showing posts with label Health dan Seks. Show all posts
Showing posts with label Health dan Seks. Show all posts

Thursday, November 22, 2012

Tips Dan Cara Menikmati Orgasme Squirt

Tips Dan Cara Menikmati Orgasme Squirt
Pertama - tama apa itu ejakulasi squirt??

1. Squirt adalah ejakulasi wanita yang disertai cairan nyemprot mirip pipis (muncrat saat orgasme).
2. Cairan Squirt adl cairan campuran air mani wanita & pelumas, bukan urine!.
3. Squirt sama pipis laen, memang mirip pipis tapi bukan cairan pipis.
4. Squirt kadang bisa merepotkan karena bikin banjiir ke sprei.
5. Squirt itu termasuk golongan Multi-Orgasme dan rasanya lebih dahsyat dr Orgasme biasa...
6. Squirt terjadi saat klitoris & g-spot dirangsang terus & makin intens. squirt terjadi saat g-spot di tekan kearah luar vagina.
7. Rangsangan pada klitoris & g-spot bisa dilakukan dengan lidah,jari & mr P, wanita & pria harus kerjasama demi bisa #Squirt.
8. Beruntunglah wanita yang bisa #Squirt.. karena Squirt adalah tingkat orgasme wanita paling surgawi.
9. Kalo udah ngalamin Squirt rasanya badan kaya nga bertulang, enteng n fly, napas senen-kemis, sangat relax, &bikin; ketagihan!!.
10. Hanya wanita yg terbuka (tidak malu2 saat ML) & sangat menikmati seks yang bisa mengalami #Squirt.
11. Squirt hanya bisa terjadi saat wanita benar2 mengalami rangsangan dengan sensasi yg luar biasa. Klimaks yang HEBAT!.
12. Faktanya SANGAT SEDIKIT wanita yang orgasme hingga level Squirt.
13. Wanita yg blm mengalami Squirt , gpp krna orgasme biasa juga cukup nikmat. Intinya Jangan salahkan pasangan jika kamu tdk bisa Squirt.

Tips Membuat Wanita Muncrat saat Ejakulasi (Squirting)

SEBAGIAN wanita tidak tahu bagaimana meraih orgasme. Wanita lainnya butuh lebih banyak rangsangan untuk mencapainya, sementara ada pula wanita yang dengan mudah menyemprotkan "jus" mereka
Jika Anda dan pasangan termasuk sangat mudah tune in dengan rangsangan seksual, dan dia ingin Anda mengeksplor Miss V-nya sampai ejakulasi, tip berikut akan membuatnya semakin "basah", seperti dilansir Askmen.

Sebelumnya, bedakan makna orgasme dengan ejakulasi. Sama seperti pria, ejakulasi wanita juga diawali dengan orgasme. Bedanya, pada wanita muncul pula istilah squirting. Ada yang menyamakan squirting dengan ejakulasi, sementara beberapa lainnya membedakan. Tapi yang pasti keduanya sama-sama mengeluarkan cairan dari dalam tubuh, dan yang pasti bukan urin. Sebelum dia mulai squirting Cairan saat wanita ejakulasi dikeluarkan dari bagian urethra, tempat yang sama di mana urin berasal. Cairan jernih yang keluar dari saluran tersebut tidak selalu urin. Jika pasangan tidak mampu mengendalikan otot PC (pubococcygeus), ada kemungkinan dia sebenarnya mengeluarkan urin. Cairan urin memang kerap keluar bersamaan dengan cairan ejakulasi.
Santai saja dan jangan memaksanya untuk menahan keinginan buang air kecil. Khawatirnya dia menolak ejakulasi dan berlalu begitu saja. Sekeras apapun usaha Anda merangsang area vitalnya, jika pasangan menghalangi, kemungkinan sulit baginya meraih puncak kenikmatan seksual. Jadi pastikan dia memang menginginkannya.
Ada baiknya Anda temukan cara membuatnya mudah ejakulasi, seperti dibeberkan di bawah ini.

Gunakan jari jemari

Sebagian wanita bisa ejakulasi lewat rangsangan klitoris, atau lewat permainan seks lainnya (penetrasi Mr P ataupun rangsangan payudara). Padahal, jalan paling efektif untuk meningkatkan rangsangan G-spotnya adalah jari Anda.  Awali dengan beberapa aksi foreplay sebelum Anda menyentuh daerah klitorisnya. Saat dia mulai menggeliat nikmat, masukkan dua jari Anda ke dalam Miss V-nya. Telapak tangan Anda pun bukan tidak berguna karena sentuhan pada area di luar Miss V-nya juga memberi sensasi luar biasa.
Masukkan dua jari sedalam satu hingga dua inci. Di sana Anda akan menyerang sebuah bola bundar di kulitnya. Itulah area G-spotnya. Serang terus daerah ini dengan tekanan dan lihat reaksi pasangan atas apa yang tengah Anda lakukan.

Caranya, gunakan tangan lainnya untuk menekan ke bawah dengan lembut area di antara pusar dan mons pubis-nya. Aksi ini untuk meningkatkan rangsangan.


Jika dia merasa ingin buang air kecil, minta dia mengabaikannya karena rasa itu hanyalah sensasi dan bukan keinginan sebenarnya. Meskipun keinginan buang air kecilnya tak bisa dibendung, yakinkan dia sekali lagi dengan mengatakan, "Saya tidak bisa menunggu untuk membuatmu 'basah kuyup' dengan tangan saya."

Saat dia sudah orgasme dan mulai ejakulasi, siapkan diri Anda untuk menyambut keduanya dengan semburan cairan bening darinya. Jangan lupa untuk menyiapkan handuk atau tisu untuk melap cairan tersebut.

Setelah itu, kemungkinan dia akan meminta waktu rehat karena Miss V-nya akan menjadi sangat sensitif (sama seperti kepala Mr P Anda usai ejakulasi). Jadi, jangan berlalu untuk sementara waktu menunggunya mengatakan ingin merasakan kenikmatan itu lagi.

Wanita Asia Hanya Butuh 'Panjang' 17 Cm

Masih terobsesi punya penis panjang? Anda tidak perlu berpikir sedemikian ekstrim untuk memiliki penis panjang demi memuaskan pasangan Anda. Setiap bangsa memiliki ukuran normalnya sendiri. Bahkan, panjang saluran kemaluan wanita pun bervariasi tiap bangsa.

Menurut Hendrawan Nadesul, penulis buku "Mitos Seputar Seks", tiap wanita berbeda suku bangsa punya toleransi panjang penis. Yang paling rendah adalah wanita Asia, karena rata-rata vaginanya hanya bisa "menampung" penis sampai 17 centimeter saja. Untuk wanita Afrika, kemaluan mereka bisa dimasuki penis sampai panjangnya 25 centimeter. Sedangkan, untuk wanita Kaukasia, toleransi penis adalah 20 centimeter.

Panjang penis bukan menjadi tolak ukur kepuasan seks pada wanita. Justru kalau vagina dimasuki oleh penis yang panjangnya melebihi toleransi, dapat mengakibatkan rasa sakit. Ujung-ujungnya, kemesraan bercinta tidak terjadi. Ukuran penis pria biasanya juga mengikuti toleransi dari vagina wanita dari suku bangsanya.

"Urusan kenikmatan itu tak berkorelasi dengan ukuran. Cukup enam centimeter saja sudah cukup membuat perempuan orgasme karena letak G-spot rata-rata pada kedalaman tersebut," ujar Hendrawan, seperti dikutip SuaraKarya Online.

Kepuasan seks ditentukan banyak faktor. Yang paling penting adalah menciptakan suasana foreplay yang cukup "panas". Sehingga, saat penetrasi, terjadi luapan gairah yang dapat berujung pada orgasme oleh kedua pasangan. Mood yang baik juga harus dibentuk dari awal hingga akhir "pertempuran". Biar lebih menantang, lakukan berbagai fantasi seks agar tidak membosankan.

Wednesday, November 21, 2012

Morning Sex Lebih Manjur dari Kafein


Sering merasa lesu pagi hari? Apalagi Senin setelah akhir pekan yang panjang. Bila ini terjadi, ada cara membuat pagi hari bersemangat. Cobalah berhubungan seks ketika bangun tidur, cara ini seratus kali lebih manjur dari secangkir kopi.

Banyak pasangan suami dan istri yang makin jarang bercinta karena kesibukan. Seks pagi hari bisa menjadi alternatif, sebab saat bangun tidur Anda punya energi dan waktu untuk memulai aktifitas bercinta. Dan kemungkinan gagal dibanding seks yang dijadwalkan atau sebelum tidur. Setelah bekerja seharian, macet di jalan, masih harus mencek PR anak, memastikan keperluan anak-anak besok. Tak heran setelah sampai di kamar berduaan yang Anda inginkan hanya tidur.

Keuntungan lain, bercinta di pagi hari antara lain peregangan otot, ditambah perasaan senang usai bercinta akan bertahan sepanjang hari. Nah, berikut ada beberapa gaya bercinta yang bisa menjadi inspirasi:

1. Spooning
Posisi tidur pasangan memeluk Anda dari belakang.Anda dan pasangan sangat mungkin terbangun dalam posisi ini. Nah, sebelum bangkit dari tempat tidur Anda bisa mengajaknya bercinta dengan posisi ini. Dengan posisi tangannya mempunyai akses di seluruh tubuh Anda.

2. Reverse cowgirl
Pria suka posisi ini, tetapi juga dapat menjadi posisi yang sempurna bagi di pagi hari. Sebab posisi ini dapat menghindari kecanggungan di pagi hari. Mungkin Anda tidak nyaman bercinta di pagi hari, khawatir bau mulut belum gosok gigi. Posisi ini seperti horse riding atau woman on top. Anda berada di atasnya, hanya saja posisi tubuh Anda membelakanginya. 

3. Misionaris
Jika Anda menginginkan penetrasi yang dalam dan dorongan energi yang kuat saat terbangun. Cobalah gaya misionaris dengan sedikit variasi. Saat penetrasi tekuk kaki Anda ke arah dada. Lalu bertumpulah kedua kaki Anda di bahunya. 

4. Shower sex
Mandi bersama sebelum berangkat kerja bisa menjadi pendongkrak mood yang baik bagi Anda dan pasangan. Selain itu hal ini bisa menjadi aktifitas yang menenangkan dan sangat menyenangkan. Kalian bisa saling menyentuh, memijat serta bercanda berduaan. Keintiman emosi pun terbangun, yang berujung pada penyulutan api asmara kembali. Anda berdua bisa saling memanjakan dengan belaian dan pijatan satu sama lain. Hanya saja, jangan sampai Anda dan pasangan lupa waktu hingga telat ke kantor.

Lebih Maksimal Bercinta dengan Mr P Mini


Does size matter? Bagi sebagian perempuan, ukuran Mr P yang besar tentu lebih penting. Tetapi bagi sebagian yang lain, ukuran mungkin tidak akan penting. Lagipula, Anda tentu tidak bisa memilih pasangan hanya berdasarkan ukuran Mr P-nya kan?

Selain itu, hanya karena penisnya mini, tidak berarti ia tidak bisa membuat Anda puas di atas ranjang. Anda pun bisa membantunya untuk lebih percaya diri, dan pada akhirnya membantu Anda untuk mencapai orgasme. Konsultan seks Ian Kerner, PhD ( penulis buku She Comes First); dan pakar seks Sonia Borg, PhD (penulis buku Spectacular Sex Moves She'll Never Forget), berbagi tips agar berhubungan seks dengan Mr P mini pun tetap memuaskan.

Foreplay lebih lama
Dorong agar pasangan agar mampu mengantar Anda mencapai orgasme, entah melalui seks oral atau melalui stimulasi secara manual. Ketika Anda mampu mencapai orgasme dengan berbagai cara, ukuran penisnya tak penting lagi.

Cari posisi yang tepat
Posisi woman on top memungkinkan penetrasi Mr P lebih dalam. Selain itu, Anda juga berpeluang meraih orgasme lebih cepat dan berkali-kali. Sebab, ketika bersentuhan dengan pubic hair-nya Anda juga dapat menstimulasi klitoris. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan orgasme klitoral maupun vaginal.

Pastikan ereksinya maksimal
Anda tak perlu terburu-buru untuk segera melakukan penetrasi bila si dia memang belum siap. Semakin kuat ereksinya, artinya semakin banyak darah yang mengalir ke area tersebut. Otomatis, penisnya pun akan semakin membesar dan kencang.

Gunakan alat peraga seks
Banyak dari alat peraga seks yang dirancang untuk digunakan sambil bercinta. Vibrator, misalnya, akan bekerja ganda dengan membantu menstimulasi area di dalam vagina sekaligus area klitoris Anda.

Hindari memakai cairan lubrikasi
Jika memang Anda telah "siap", dalam arti cukup banyak menghasilkan cairan di area V Anda, minta lah pasangan mengenakan kondom yang tidak dilengkapi dengan cairan lubrikasi. Cara ini akan meningkatkan gesekan yang akan Anda rasakan ketika Mr P-nya telah memasuki Anda. Hasilnya, Anda merasa penisnya lebih besar. Trik lainnya adalah meminta ia mengenakan kondom yang bergerigi.

Berikan kepercayaan diri
Si dia tentu tahu bahwa ia tidak "segagah" pria-pria lain. Meskipun banyak perempuan tidak mempersoalkan ukuran penis pasangannya, sebaiknya tak usah memberinya beban tambahan dengan membahas kekurangannya itu. Lebih baik, sampaikan saja betapa Anda menyukai sesi bercinta bersamanya, misalnya karena Anda merasa sangat dicintai ketika itu. Jika ia merasa percaya diri, ia akan merasa lebih nyaman melakukannya.

Ajak dia beryoga
Apakah si dia sering stres di kantor? Ketegangan atau stres dalam kehidupannya bisa menarik dasar penis ke dalam tubuhnya. Tetapi jika otot-otot panggulnya rileks, hal itu bisa membuat penisnya lebih panjang. Nah, untuk membuatnya rileks, coba ajak dia beryoga. Tetapi, Anda tak perlu memberitahukan rahasia ini, yaitu bahwa yoga akan melatih otot-otot panggulnya, dan pada akhirnya membuat penisnya menjadi lebih besar.

Nyaman Bercinta Tanpa Menutupi Tubuh


Bercinta dengan lampu kamar mati, atau tubuh yang tertutupi selimut, menjadi pilihan sebagian perempuan yang tak percaya diri dengan tubuhnya. Padahal, untuk meraih kepuasan seksual, dibutuhkan kepercayaan diri saat bercinta, termasuk untuk memperlihatkan tubuh pada pasangan tanpa perlu menutupinya.

Moushumo Ghose, terapis seks, mengatakan ketidaknyamanan saat bercinta ini semestinya diatasi perempuan dengan memahami dua hal, seks dan konsep tubuh. "Dengan memahami seks dan konsep tubuh, akan memberikan pengalaman yang membebaskan, meningkatkan kualitas seks, dan pasangan pun happy," jelasnya.

Ghose menyarankan, perempuan yang kerap menutupi tubuhnya saat bercinta perlu melakukan beberapa hal ini untuk meningkatkan kepercayaan dirinya:

* Pahami konsep tubuh dan proaktiflah.
Atasi persoalan konsep tubuh Anda. Apa yang Anda pikirkan tentang tubuh Anda memengaruhi penilaian Anda terhadapnya, termasuk sikap Anda saat bercinta.

Kemudian, bersikaplah proaktif terhadap tubuh Anda. Jika Anda tak percaya diri karena kelebihan berat badan, mulailah berolahraga secara rutin. Perhatikan tubuh Anda di cermin, hargai tubuh Anda agar semakin nyaman dengannya.

* Pahami seks.
Pemahaman mengenai seks juga memengaruhi performa saat bercinta. Tanyakan kepada diri sendiri, apa yang Anda ketahui tentang seks? Pemahaman apa yang Anda dapati tentang seks sejak kecil? Pemahaman yang negatif terkait seks bisa memengaruhi pandangan Anda terhadap hubungan intim dengan suami. Anda menjadi tak menikmatinya, dan enggan mengeksplorasi seksualitas.

Setelah menemukan pemahaman yang lebih tepat tentang seks, bicarakanlah. Barangkali selama ini Anda salah tafsir soal seks dan hubungan intim.

Dengan membicarakan seks bersama orang yang Anda percaya, pasangan atau teman dekat, Anda akan terbebaskan dari berbagai hal yang mengganggu dan menghambat Anda selama ini untuk lebih menikmatinya. Termasuk menikmati seks dengan memperlihatkan tubuh Anda, tanpa sehelai benangpun yang menempel, tanpa harus mematikan lampu atau menutupinya dengan selimut.

7 Cara Agar Bercinta Tak Jadi Bencana


Bercinta semestinya menyenangkan. Namun seringkali karena alasan tidak percaya diri, pasangan jadi tidak maksimal memanfaatkan momen ini. Kepuasan seksual pun tak didapatkan. Agar bercinta tak menjadi bencana, tingkatkan kepercayaan diri Anda dengan sejumlah cara ini:

1. Cari tahu yang Anda suka.
Menurut para terapis seks, Anda tak bisa menikmati sesi bercinta yang romantis dan harmonis jika Anda sendiri tidak pernah merasakan orgasme. Untuk mendapatkan ini, hal pertama yang perlu Anda kuasai adalah titik sensitif dari tubuh Anda. Cobalah eksplorasi tubuh sendiri, cari tahu bagian tubuh mana yang Anda suka, aksi apa yang Anda inginkan untuk dilakukan pasangan. Beritahukan kepada pasangan bagian tubuh yang paling ingin Anda inginkan untuk dia eksplorasi.

2. Mandi uap.
Tidak sempat berolahraga? Sebelum bercinta, siapkan tubuh Anda terlebih dahulu. Coba mandi uap dengan menggunakan air garam untuk mengecilkan bagian yang membengkak pada bagian tubuh tertentu seperti paha dan perut. Memang tidak terlalu banyak perubahan, tapi ada bagian yang sedikit mengecil sehingga Anda bisa beraksi lebih leluasa.

3. Cintai tubuh Anda.
Apa pun bentuk tubuh Anda, cintailah apa adanya. Karena setiap tubuh memiliki keindahan dan keunikan masing-masing yang tentunya harus disyukuri karena tak ada yang sempurna. Menurut Dr Judith Rodin, penulis Body Traps, biasanya perempuan cenderung membandingkan tubuhnya dengan perempuan lain. Ketika Anda melihat perempuan dengan dada bulat berisi atau pinggang kecil dan bokong seksi, muncul rasa iri dan keinginan memiliki tubh yang sama. Kebiasaan membandingkan inilah yang kemudian semakin mengurangi rasa percaya diri.

4. Libatkan pasangan.
Hasil survei yang dilakukan situs Men's Health terhadap 3.000 perempuan menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki kepuasan seks, tidak memiliki masalah dengan kepercayaan dirinya. Sekitar 90 persen dari responden mengaku bahwa pasangan melihat mereka sebagai perempuan yang menarik. Ini berarti untuk mewujudkan kepuasan seks pada perempuan harus melibatkan pasangannya. Pria yang menerima penampilan istri apa adanya dan tidak berkomentar negatif tentang bentuk tubuh akan membuat perempuan lebih mudah mendapatkan kepuasan seks.

5. Manjakan tubuh.
Memelihara kesehatan dan kecantikan merupakan bentuk bahwa Anda menghargai tubuh. Cobalah rutin berolahraga, minimal tiga kali seminggu. Selain tubuh lebih bugar, stamina juga lebih terjaga sehingga sesi bercinta pun lebih menyenangkan. Selain itu jangan lupa melakukan perawatan kecantikan, supaya kulit dan rambut selalu sehat terpelihara. Kalau penampilan selalu cantik, tidak ada alasan untuk tidak percaya diri beraksi di tempat tidur.

6. Berani meminta.
Sebagian perempuan masih beranggapan bahwa inisiatif untuk memulai bercinta harus dimulai dari pria. Padahal, perempuan punya hak yang sama. Bahkan, menurut para pria, akan menyenangkan jika perempuan berinisiatif mengajaknya bercinta. Begitu juga saat bercinta, Anda boleh menunjukkan bagian mana yang ingin disentuhnya. Ketika Anda merasa tak nyaman dengan sentuhannya, katakan dengan jujur kepadanya. Ia takkan marah, malah sangat senang ketika melihat Anda terpuaskan.

7. Tertawa bersama.
Jangan segan menertawakan hal-hal memalukan yang terjadi saat sesi bercinta, misalnya ketika kepala terbentur tempat tidur atau jatuh dari tempat tidur. Kita bisa hentikan sejenak "permainan" dan menertawakan kejadian tersebut bersama pasangan. Ini akan membuat Anda dan dia jauh lebih rileks. Kemampuan Anda dalam menghadapi situasi tak terduga akan menunjukkan bahwa Anda memilikii kepercayaan diri yang baik.

Berapa Kali Frekuensi Bercinta yang Ideal?


Kesibukan yang menyita waktu membuat frekuensi hubungan seks suami-istri menjadi berkurang. Habis, pulang dari kantor sudah capek, inginnya tidur saja. Mau morning sex sama saja, karena kita juga selalu terburu-buru untuk berangkat ke kantor.

Sebenarnya, hal ini menimbulkan kekhawatiran juga. Idealnya, berapa kali sih frekuensi hubungan seks rata-rata pasangan suami-istri? Normal nggak sih, kalau seminggu hanya berhubungan seks satu kali saja?

Berbagai penelitian membeberkan sejumlah teori mengenai frekuensi ideal hubungan seks. Rata-rata, pasangan menikah berhubungan intim sekali atau dua kali setiap minggu. Faktor usia memang memegang peranan di sini. Pasangan yang berusia 20 tahunan dan baru menikah tentu lagi semangat-semangatnya untuk "bertempur". Namun untuk pasangan yang sudah berusia di atas 40 tahun, mungkin seks hanya sekadar menjadi kewajiban saja.

Tetapi bila Anda curhat dengan teman-teman pasangan yang lain mengenai frekuensi bercinta, jawabannya pasti akan bervariasi. Kaum pria mungkin akan lebih siap melakukannya kapan saja, selama dia tidak kelelahan atau stres. Sedangkan kebanyakan perempuan mungkin akan mengatakan bahwa sekali atau dua kali dalam sebulan sudah cukup.

Dr Phil McGraw, PhD, psikolog klinis dari University of North Texas, punya jawaban yang akan menenangkan Anda. "Sebenarnya tidak ada angka yang benar atau salah. Yang perlu Anda lakukan adalah bernegosasi mengenai frekuensi yang pas untuk Anda berdua. Negosiasi itu tidak berarti mengeluh, memohon, cemberut, atau memancing rasa bersalah pasangan, lho," katanya.

Nah, ketika suami dan istri sudah sepakat mengenai frekuensinya, maka itulah frekuensi yang normal untuk pasangan tersebut. Jumlahnya mungkin akan berbeda untuk setiap pasangan.

Yang lebih penting, Anda perlu mengetahui apa yang menyebabkan frekuensi seks Anda tidak sebanyak pasangan lain. Penyebabnya ternyata bukan sekadar kesibukan yang menyita waktu. Menurut Dr Phil, pasti ada ada hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian Anda di tempat tidur.

"Kehidupan seks Anda bisa berkurang 50 persen jika Anda mempunyai televisi di ruang tidur Anda. Jadi, matikan televisi jika Anda ingin meningkatkan frekuensi seks Anda

Beda Seks dengan Pria Disunat dan Tak Disunat

Pada mulanya, sunat dilakukan sebagai bagian dari tradisi. Namun lama-kelamaan, sunat juga dilakukan untuk kebersihan dan kesehatan penis. Meskipun begitu, masih banyak pria yang karena beberapa alasan tertentu belum menjalani sunat di masa dewasanya. Kondisi disunat atau tidak disunat ini ternyata dapat memengaruhi kehidupan seks pria, dan tentu saja pasangannya.

Menurut Dr Patti Britton, PhD, direktur Sexuality Certificate Track di Chicago School of Professional Psychology/Westwood, sunat memberikan keuntungan khusus bagi Anda maupun pasangan Anda. Pertama, si dia tak perlu repot lagi membersihkan kulit penutup bagian kepala penisnya (preputium, atau lebih dikenal dengan sebutan kulup). Kepraktisan ini tak dimiliki oleh pria yang tidak disunat, karena ia butuh upaya ekstra untuk menarik kulit tersebut dan membersihkan bagian yang tertutup sebelumnya.

Membersihkan area kepala penis (yang tertutup kulup) memang diperlukan untuk menghindari aroma tak sedap atau pengaruh yang lebih serius dari penumpukan bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar (smegma). Dengan sendirinya, lebih sedikit bakteri atau kuman yang bisa berpindah ke tubuh Anda dan memengaruhi kesehatan Anda.

Kedua, sebagian perempuan memilih pria yang sudah disunat karena penetrasi yang terjadi akan mengurangi gesekan yang kurang nyaman di dalam vagina. Begitu terjadi penetrasi, kepala penis yang sudah disunat lebih mudah masuk dan keluar untuk menciptakan rasa nyaman untuk Anda maupun pasangan Anda.

Sedangkan bila Anda memiliki pasangan yang belum disunat, seks yang lebih aman harus lebih diperhatikan. Pria dengan penis yang masih tertutup kulup kadang-kadang mengalami kesulitan menemukan kondom yang pas, atau memastikan kondom tetap terpasang selama penetrasi terjadi. Hal tersebut bisa menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi perempuan, dan dengan sendirinya mengacaukan aktivitas seks tersebut.

Penis yang belum disunat juga memiliki aroma atau rasa yang berbeda. Aroma di area genital memang normal, tetapi jika terlalu kuat, kemungkinan besar penis pasangan kurang terjaga kebersihannya. Higienitas yang kurang juga bisa menyebabkan infeksi di bawah kulup, yang gejalanya bisa berupa iritasi, kemerahan, aroma tak sedap, dan gejala tak normal lainnya.

Meskipun begitu, bila selalu dijaga kebersihannya, penis yang belum disunat juga memberikan sensasi tersendiri. Lapisan tipis dari preputium tersebut sangat sensitif. Ketika mengalami ereksi, kulit tertarik sendiri ke porosnya, menampakkan kepala penis sehingga terlihat sama dengan penis yang sudah disunat. Selama intercourse, seks oral, dan masturbasi, kulit yang tertarik tersebut bisa bertindak sebagai pelumas. Ketika penis mendorong masuk, ia akan menciptakan gesekan ekstra yang bisa saja menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi perempuan yang menyukainya.

Pada akhirnya, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk saat berhubungan seks dengan pria yang disunat atau tak disunat. Semuanya kembali pada selera masing-masing perempuan. Perempuan yang memiliki pasangan yang tak disunat pun bisa menikmatinya.

Tuesday, November 20, 2012

Inilah Tanda Si Dia Suka Anda


Kata orang, cinta itu bikin galau. Galau memikirkan gebetan bagi yang belum punya kekasih, atau galau menghadapi perjalanan cinta menuju jenjang pernikahan. Bagi yang sudah menikah, hati biasanya sudah jauh lebih tentram. Namun, untuk yang masih bujang, mendapatkan calon pasangan itu sudah membuat jantung deg-degan.

Apalagi buat pria, sikap gebetan wanita yang jinak-jinak merpati kerap membuatnya risau apakah dia juga merasakan hal yang sama. Kadang berada dalam situasi antara “iya” dan “tidak”. Pria cenderung lebih suka mendapatkan jawaban pasti dan bukan hanya sekadar tanda. Namun, jika kepastiang itu tidak juga menunjukkan hasil, barangkali pria juga perlu tahu sikap-sikap wanita yang menunjukkan ketertarikannya oada seorang pria.

Dikutip dari Times of India, beberapa sinyal dari wanita ini kemungkinan menunjukkan ketertarikannya pada Anda, di kala Anda bertemu dengannya:

Melakukan kontak mata lebih sering. Biasanya, wanita yang sedang tertarik pada pria kerap melirik secara diam-diam. Kalau dibalas dengan gantiany menatapnya, dia mungkin segera mengalihkan pandangannya. Hanya saja wanita ini tidak hanya hanya sekali melirik. Dia mungkin berkali-kali mencuri kesempatan memandangi Anda. Kalau sudah begini, satu tanda cinta sudah Anda dapatkan.
Memberi senyuman tulus. Ini bukan asal tersenyum. Wanita yang hatinya terbersit cinta biasanya tersenyum ke Anda sembari memberikan bahasa tubuh lain. Misalnya memainkan rambut, mondar-mandir di sekitar Anda, atau tindakan seperti salah tingkah lainnya. Dia tersenyum untuk menarik perhatian Anda.
Mencocokkan kesamaan. Di saat Anda mengobrol dengannya, wanita yang mungkin menyukai Anda akan kerap mencocokkan hal pribadinya dengan yang ada pada Anda. Misalnya sama-sama satu hobi, suka olahraga tertentu, dan sebagainya. Dia seperti ingin membuat “klik” antara Anda dan dia dengan obrolan yang disukai.
Dia menyentuhkan tubuhnya ke Anda. Wanita ini ingin selalu merasa dekat dekat dengan Anda. Mungkin dia pura-pura sedikit “menabrakkan” lengannya ke lengan Anda, memgang tangan Anda, atau dengan sentuhan ringan lainnya. Dan, itu dilakukan dengan sering.
Ada beberapa sinyal dari ucapannya ketika wanita menaksir Anda. Misalnya dia kerap memakai kata “kita” untuk hal pribadi, atau kerap mengajukan pertanyaan tentang pribadi Anda yang butuh jawaban panjang. Dia suka dengan cerita yang berisi tentang Anda dan kehidupan Anda.
Kalau dia malu, mungkin akan mengirimkan teman-temannya untuk mengorek informasi tentang Anda. Atau, bisa juga mengirimkan salam untuk Anda lewat temannya, karena malu jika harus bertemu langsung dengan Anda.
Kalau tanda-tanda itu sudah ada, mungkin Anda lebih yakin untuk mendapatkannya. Kalau perlu, beranikan diri untuk melamarnya dan bukan sekadar pacaran.

Benarkah Ini Penyebab Kemandulan Pada PRIA


Infertilitas atau gangguan kesuburan bukan hanya masalah perempuan tapi juga laki-laki. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada laki-laki yang bisa menyebabkan kemandulan. Apa saja itu? Dalam waktu 50 tahun terakhir, diperkirakan kesuburan laki-laki telah menurun sekitar 2 persen per tahun. Sebagian besar gangguan kesuburan pada laki-laki ini disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang salah. Para ahli mengungkapkan bahwa ketika suatu pasangan mengalami infertilitas, maka sepertiganya disebabkan oleh perempuan, sepertiga disebabkan oleh laki-laki dan sepertiganya bisa disebabkan oleh keduanya.

Penyebab ketidaksuburan pada laki-laki bisa disebabkan oleh genetik, tapi ada juga yang berhubungan dengan gaya hidup. Berikut ini adalah beebrapa hal yang bisa meningkatkan risiko laki-laki menjadi tidak subur (infertil), yaitu:

Gangguan genetik Sebuah mutasi genetik bisa menghilangkan lapisan karbohidrat di sekitar sperma sehingga mengurangi mobilitasnya. Jika laki-laki mewarisi dua mutasi genetik dari ibu dan ayahnya, maka kondisi ini akan membuatnya sulit menghamili pasangan. Obesitas Memiliki tubuh obesitas atau pun kelebihan berat badan membuat tubuh menjadi tidak sehat sehingga mempengaruhi fungsi dari setiap sel yang ada di dalam tubuh termasuk sperma.

Pekerjaan Beberapa pekerjaan bisa mempengaruhi jumlah sperma seperti pelukis, tukang las, tukang bangunan, supir dan beberapa pekerja kantoran yang terlalu banyak duduk karena membuat suhu di skrotum meningkat. Penyalahgunaan alkohol Laki-laki yang menjadi seorang pecandu alkohol akan memiliki sel-sel normal yang 30 persen lebih sedikit di dalam air maninya.

Masalah seksual Beberapa gangguan seksual yang dimiliki oleh laki-laki seperti ejakulasi dini atau disfungsi ereksi bisa membuat laki-laki sulit membuahi sel telur perempuan. Merokok Salah satu dampak negatif terbesar yang mungkin dirasakan oleh laki-laki perokok adalah motilitas sperma. Kekurangan gizi Untuk memiliki sperma yang sehat, maka dibutuhkan asupan zat gizi seperti vitamin C, zink, vitamin E dan beta karoten yang cukup.

Terpapar zat beracun Sering terpapar zat beracun seperti yang terkandung dalam pestisida atau cat timbal bisa merusak sperma. Menggunakan ganja atau narkoba Laki-laki yang menggunakan narkoba seperti ganja atau yang lainnya bisa mengurangi jumlah total dari sperma serta volume dari air mani yang dimilikinya.

Sering memangku laptop Jika sering menggunakan laptop, sebaiknya diletakkan di meja atau menggunakan pelapis, karena memangku laptop bisa meningkatkan suhu di skrotum yang mempengaruhi kualitas dari sperma.

Wanita di Bawah 29 Tahun Lebih Menguasai Ranjang

Siapa yang berkuasa di atas ranjang dapat ditentukan dari sejumlah faktor, tentu saja diantaranya adalah jenis kelamin, tinggi rendahnya libido pasangan hingga budaya (patriarki atau matriarki). Namun sebuah studi baru mengungkapkan bahwa usia juga memainkan peranan penting dalam menentukan siapa yang paling mendominasi sesi bercinta.

Secara khusus, studi ini mengemukakan bahwa wanita yang berusia di bawah 29 tahun lebih cenderung mendominasi pasangannya di atas ranjang. Sebaliknya wanita berusia 30 tahun ke atas cenderung lebih tunduk pada pasangan saat bercinta.

Menurut tim peneliti dari Yale University, sebagian besar wanita yang usianya di bawah 29 tahun 'tak percaya' jika prialah yang seharusnya mendominasi aktivitas intim pasangan.

Hal ini diperkuat dengan hasil studi yang dilakukan peneliti terhadap 483 partisipan. Dalam studi ini peneliti meminta 357 partisipan wanita dan 126 partisipan pria untuk mengisi sebuah kuesioner dalam ruangan tertutup tentang tingkat kepercayaan dirinya saat bercinta.

Kemudian semua partisipan ditawari sebuah mangkuk berisi tiga kondom wanita yang bertuliskan 'Lindungi diri Anda dan pasangan. Silakan ambil beberapa kondom wanita ini!'

Dari situ barulah diketahui bahwa partisipan yang (dalam kuesionernya) mengaku masih memegang teguh dinamika kekuasaan pria terhadap pasangan saat berhubungan seksual dilaporkan kurang memiliki kepercayaan diri saat bercinta sehingga cenderung tak mengambil kondom gratis yang disediakan.

"Jika seorang pria percaya bahwa pria harus mendominasi aktivitas seks dengan pasangan maka hal ini akan menghalangi pasangannya untuk bersikap terbuka atau nyaman ketika diminta mendiskusikan perilaku dan perlindungan seksual atau sekedar bertanya tentang hal-hal yang tak mereka ketahui dan mungkin bisa mengurangi kepercayaan diri saat bercinta," terang Lisa Rosenthal yang memimpin studi ini.

"Bahkan baik bagi pria maupun wanita, keyakinan bahwa pria harus mendominasi pasangan di atas ranjang dapat mengurangi ketertarikan pasangan untuk menggunakan kondom wanita. Hal ini karena kondom wanita memang dibuat untuk memberikan perlindungan seks yang berbasis pada wanita dan mungkin akan terlihat sebagai pelanggaran norma bahwa pria harus memegang kendali atas segala aktivitas seksual," lanjutnya seperti dilansir dari marieclaire, Senin (8/10/2012).

Wajar jika wanita yang berusia lebih muda sudah tak percaya atau terlalu tunduk pada budaya atau prinsip-prinsip seksual yang masih bersifat tradisional karena tingkat pendidikan yang relatif tinggi yang mendorong munculnya kecenderungan untuk hidup lebih bebas serta terbuka.

Para wanita muda ini ingin mendapatkan kepuasan dan kenyamanan seksual tanpa perlu terbentur oleh berbagai norma yang justru akan menurunkan gairah seksual mereka.

Pria Baik Adalah Pria Paling Berbahaya, Waspadalah!


Pernah tidak Anda dekat dengan seorang pria yang sangat baik, yang membuat Anda memimpikan hidup bersama dengannya di masa depan? Hubungan ini berlangsung tanpa ada komitmen, tanpa status pacaran, tanpa ada pertengkaran, dan semua tampak baik seolah dia memang mencintai Anda.

Jangan senang dulu ladies, itu adalah sinyal bahwa Anda sedang masuk jebakan pria baik yang pada akhirnya hanya membuang waktu dan membuat hati Anda remuk berkeping-keping.

Pria Baik Yang 'Sepertinya' Jatuh Cinta Dengan Anda

Apa yang sebenarnya membuat pria baik menjadi orang yang harus diwaspadai? Karena sikap baiknya yang luar biasa membuat wanita terbuai dan berpikir bahwa sang pria memang jatuh cinta padanya. Mereka membuat Anda spesial tanpa ikatan dan status yang jelas.

Pria ini akan memperlakukan Anda dengan sangat baik, sangat sopan. Mereka akan berusaha keras untuk tidak menyakiti perasaan Anda, mereka cenderung tidak menyukai konflik, jarang menunjukkan ekspresi tidak suka sekalipun dia tidak setuju dengan Anda. Semua 'sikap baik' itu membuat hubungannya dengan Anda 'tampak' mulus walaupun tanpa komitmen.

Ditambah lagi, pria ini akan bercerita impian masa depannya, bahwa dia ingin menikah dan punya anak yang lucu. Sehingga.. wanita dengan mudah berpikir bahwa sang pria ingin serius dan menjadikan Anda sebagai bagian dari masa depannya. Apakah memang demikian?

Sebenarnya Anda Hanya Cadangan Saja

Ada dua jawaban, bisa iya, bisa tidak. Inilah kunci yang harus Anda pegang: lihat sikapnya saat Anda menanyakan KOMITMEN.

Wanita senang dengan sikap baik seorang pria, apalagi jika dia menceritakan impian masa depannya. Tapi apakah dia membahas ingin memiliki masa depan itu dengan Anda, atau sekedar cerita saja? Pria baik ini biasanya tidak akan mengikat Anda dengan komitmen. Dia akan membuat suasana dan hubungan yang nyaman, karena dia tidak ingin kehilangan Anda (bahkan sangat mungkin sebenarnya dia memang jatuh cinta dengan Anda).

TAPI..

Inilah bahayanya, mengapa dia begitu baik tapi tanpa kepastian hubungan? Seringkali sang pria sedang menunggu wanita lain yang lebih baik atau wanita yang lebih istimewa datang di hidupnya.

Dia sengaja tidak berkomitmen dengan Anda, agar saat dia bertemu dengan wanita yang lebih oke, dia bisa lepas dari Anda tanpa 'merasa bersalah'. "Kan memang sejak awal tidak ada komitmen apa-apa, aku juga tidak pernah berjanji mau serius dengan kamu, ya aku cuma baik aja ke kamu," biasanya begitu alasan sang pria.

Kalau sudah begini, siapa yang paling sakit hati? Tentu saja sang wanita. Karena bayangkan, berapa banyak waktu yang terbuang tanpa status yang jelas dan harapan yang terlalu tinggi bahwa pria baik ini suatu saat akan mengucapkan "Will you marry me?"

Kenali Sinyal Pria Baik Yang Berbahaya

Karena itu ladies, jangan terbuai dengan sikap baik mereka. Memang sih.. baik, tapi kalau hanya menggantungkan harapan dan akhirnya menyakitkan hati, well.. siapa yang mau?

Dia bicara tentang masa depan, tetapi tidak memasukkan Anda secara khusus di dalamnya. Hanya sekedar cerita saja.
Dia tidak keberatan membantu Anda, mengajak makan di luar, mengantar Anda ke mana, semacam.. teman mesra tanpa status.
Dia menghindari pertengkaran dan membuat hubungan dengan Anda berjalan sangat mulus dan menyenangkan.
Ini dia kuncinya: komitmen. Ketika Anda menanyakan langsung bagaimana perasaannya terhadap Anda, atau komitmen dan status yang lebih jelas, dia mungkin mengatakan bahwa dia peduli dengan Anda, tapi.. "Saya belum siap berkomitmen," atau "Saya perlu waktu lebih banyak lagi," Singkatnya, mereka tidak ingin berkomitmen dengan Anda.

Hubungan Anda dengannya berada di titik menyenangkan, lalu hambar dan datar. Tetapi Anda masih terus bertanya, bagaimana kelanjutan hubungan yang tidak jelas ini.
Just because he’s nice doesn’t mean he won’t hurt you. Hati-hati, ladies! Pria yang jatuh cinta dan serius tidak akan menggantung Anda, dia akan berusaha menjadikan Anda miliknya. Jangan buang waktu Anda sengan status yang tidak jelas, sehingga Anda menjadi terlalu tua untuk pria lain yang lebih baik dan serius untuk berkomitmen dengan Anda.
   

Inilah 5 Cara Agar si Jabang Bayi Punya IQ Tinggi


Bila ingin memiliki anak yang cerdas, orang tua perlu mempersiapkan kebutuhan dan nutrisi bayi sejak dalam kandungan. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan IQ bayi sejak dalam perut ibu.

Makan makanan sehat dan merangsang bayi yang belum lahir saat ia masih dalam kandungan dapat menciptakan koneksi di otak untuk meningkatkan kecerdasan dan konsentrasi, yang membantunya belajar di kemudian hari.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan IQ sejak bayi masih dalam kandungan, seperti dilansir Onlymyhealth, Senin (19/11/2012):

1. Ajak ngobrol janin

Janin yang sedang berkembang dapat mendengar suara yang terjadi di luar rahim ibu pada minggu ke-23 kehamilan. Kemampuannya untuk mendengar memang masih terbatas, tapi dapat membedakan suara sang bunda.

Ahli kesehatan dari NYU Brain Research Laboratories sejutu bahwa bermain musik yang menenangkan atau membacakan puisi untuk bayi saat ia masih dalam kandungan berguna untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan bahasa bayi kelak.

2. Makan makanan sehat

Pilihan makanan yang sehat tidak hanya berguna untuk si ibu yang sedang hamil, tetapi juga bayi dalam kandungannya. Makanan tinggi lemak omega-3 (nabati) dan turunannya (DHA) meningkatkan perkembangan otak bayi seperti ikan berlemak tuna, salmon dan ikan haring. Minyak ikan dan hati juga tinggi omega-3, sedangkan unggas dan kuning telur dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan DHA.

Makanan tinggi asam folat, seperti buah jeruk, brokoli, hati, sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan menghilangkan risiko cacat otak dan
sumsum tulang belakang.

3. Rangsang bayi

Studi Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychology menyarankan bahwa cahaya redup bisa merangsang bayi saat diletakkan dekat dengan perut ibu. Jangan memberi bayi cahaya terang langsung di perut karena dapat membahayakan mata bayi.

Anda akan merasakan responsnya ketika merasakan ada gerakan menendang atau bergerak dari dalam perut. Menyentuh perut dengan lembut juga merupakan cara lain untuk merangsang si buah hati.

4. Hindari stres

Hindari stres karena dapat berdampak negatif pada perkembangan bayi. Jika Anda stres dan cemas, ada mungkin akan membuat bayi cemas juga karena Anda berbagi hormon dengannya. Untuk menghindari stres, cobalah latihan relaksasi latihan prenatal atau yoga.

5. Hentikan kebiasaan tak sehat

Berhenti merokok, minum alkohol atau mengonsumsi obat-obatan karena dapat menghambat perkembangan otak bayi, menurut sebuah studi yang dilakukan di Cancer Center Moffitt.

7 Alasan Lucu Wanita Mau Bercinta


Masalah seks bagi wanita amatlah kompleks. Kalau kebanyakan pria melakukan seks karena memang ingin menyalurkan gejolak asmara, pada wanita belum tentu demikian. Kebanyakan wanita bahkan melakukan seks untuk berbagai alasan yang tidak terdengar tidak masuk akal.

Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi wanita mau melakukan hubungan intim dengan pasangan. Mulai dari menghilangkan kebosanan, menjaga ketentraman rumah tangga, bahkan untuk mengobati sakit kepala. Cinta dan gairah terkadang bukanlah alasan utama, gak sayang anak kali ya...

"Penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan pria menganggap sebagian besar wanita cukup menarik secara seksual. Sedangkan kebanyakan wanita tidak menganggap sebagian besar pria menarik secara seksual sama sekali," kata Cindy Meston, profesor psikologi di University of Texas seperti dilansir Daily Mail, Selasa (16/10/2012).

Setelah berhasil mewawancarai 1.000 wanita, Prof Meston menemukan sejumlah besar alasan yang melatarbelakangi mengapa seorang wanita bersedia tidur dengan pria. Alasan-alasan tersebut antara lain:

1. Agar rumah tangga tentram
Sebagian besar responden, yaitu sebanyak 84 persen, mengaku mau melakukan hubungan seks hanya demi menjamin kehidupan rumahtangganya tetap tentram. Bisa juga digunakan sebagai alat negosisasi agar suami mau berbagi pekerjaan rumah tangga. Seorang wanita bahkan mengaku bercinta hanya agar suaminya mau membuang sampah.

2. Mengusir Kebosanan
Ada juga istri yang mau bercinta dengan suami untuk sekedar menghilangkan kebosanan. Seks dianggap lebih mudah dilakukan daripada bertengkar dengan pasangan. Selain itu, hubungan intim juga membuat istri punya kesibukan.

3. Mendekatkan diri kepada Tuhan
Salah seorang responden mengaku mau melakukannya sebagai bentuk pengalaman spiritual. Berhubungan intim menurutnya dapat mendekatkan diri kepada Tuhan.

4. Motif finansial
Imbalan finansial atau materi merupakan faktor yang juga mendasari kebanyakan hubungan seksual. Sebanyak hampir 10 persen wanita mengaku mau berhubungan seks untuk mendapat hadiah atau imbalan.

Contoh alasan yang dikemukakan misalnya karena pasangan mau mentraktir makan malam yang enak, mau membelikan berbagai macam benda mahal sejak awal berkenalan atau terlihat memiliki gaya hidup mewah.

5. Mengobati sakit kepala dan stres
Sebagian wanita juga melakukan seks karena dianggap bermanfaat untuk mengobati sakit kepala, migrain dan stres.

6. Meningkatkan kemampuan seksual
Yang mengejutkan, 60 persen mahasiswi yang disurvei mengaku secara teratur tidur dengan seorang teman pria yang bukan pacarnya. Penyebabnya karena menjalani hubungan jarak jauh dengan sang pacar. Namun yang lainnya mengaku melakukannya untuk meningkatkan kemampuan seksual.

7. Merasa kasihan
Uniknya, ada pula wanita yang mengaku mau tidur bersama pria hanya karena merasa kasihan. Bagi kebanyakan wanita ini, seks hanyalah sesuatu yang menyenangkan, bukan masalah cinta atau asmara.

Ketakutan-Ketakutan Terbesar Pria Dalam Seks


Seorang pria mungkin tampak percaya diri dan jantan, namun ia bisa saja sangat gugup di atas ranjang. Dan ini menyebabkan kehidupan seksual Anda (para wanita) tidak menyenangkan, bahkan terganggu. Apa saja ketakutan-ketakutan yang biasanya dialami pria dalam hal seksual ini?

1. Gelisah Terhadap Penampilan

Ketakutan tidak bisa tampil dengan baik di ranjang dapat menyebabkan keengganannya melakukan hubungan intim dan membawa ketegangan dalam hubungan Anda. Ini biasanya terjadi jika dia memiliki situasi yang memalukan di masa lalu. Seseorang yang biasa jadi bahan ejekan biasanya sulit memiliki keinginan berhubungan seks dengan orang lain.
Jika Anda merasa pasangan Anda mengalami hal ini, hal yang paling penting adalah untuk berhati-hati dan tidak memaksa. Tunjukkan padanya bahwa Anda menghargainya sebagai seseorang dan berusahalah untuk membuatnya relaks dengan bersenang-senang dan memerankan beberapa peran. Jadilah seseorang yang bisa memulai keintiman dan memimpin permainan.

2. Takut Dibandingkan Dengan Pria Lain

Memang tak perlu mengatakan bahwa pria Anda ingin menjadi satu-satunya orang yang Anda miliki dan perbandingan dengan pria lain akan menyebabkannya merasa tak aman/nyaman. Jika Anda menyinggung mantan atau pengalaman seks Anda sebelumnya, dia mungkin tidak dengan sukarela membuat perbandingan-perbandingan dengan pria lain. Jika Anda menceritakan padanya betapa buruk partner Anda sebelum dia, ini akan membuatnya berpikir bahwa Anda pasti akan menceritakan penampilan atau perilaku seksualnya kepada orang lain dalam situasi yang sama.
Yang paling tepat adalah mengatakan padanya betapa Anda sangat menikmati hubungan seks dengannya, dan tak perlu membandingkannya dengan orang lain.

3. Takut Tak Atraktif

Mungkin Anda melihat namun faktanya ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di gym hanya untuk mencapai penampilan ideal dan berotot laksana pria muda. Dia mungkin juga lebih senang melakukan hubungan seks dengan kondisi lampu dimatikan atau dengan posisi tertentu sehingga Anda tak akan bisa melihat seluruh tubuhnya.
Tentu saja, salah satu jalan yang paling efektif untuk mengatasi hal ini adalah menunjukkan padanya tentang kebaikan-kebaikan/keunggulannya. Tak perlu bohong bahwa dia memiliki tubuh atletis yang bagus jika memang faktanya tidak. Katakan padanya bahwa Anda merasa sangat nyaman dalam rengkuhannya dan betapa atraktif dia, sehingga dia tak perlu merasa kekurangan dengan sedikit ketidaksempurnaan.

4. Takut Ejakulasi Dini

Ia mungkin sering bertanya apakah Anda mengalami orgasme atau sudah merasa puas, karena ia takut hubungan seks yang dilakukan terlalu singkat. Ini sangat berhubungan dengan ketakutan bahwa perempuan tak cukup merasa puas dengannya dan berpikir akan mencari kepuasan dengan pria lain. Faktanya, hampir semua laki-laki menghadapi problem ejakulasi dini paling tidak sekali seumur hidupnya.
Jika Anda ingin menghindari atau mengurangi ketakutannya akan hubungan intim yang terlalu cepat, maka mintalah untuk melakukan pemanasan (foreplay) lebih lama, sehingga dia merasa lebih percaya diri dan Anda akan memiliki cukup waktu untuk membangkitkan gairah Anda.

5. Takut Penisnya Kekecilan

Siapa bilang ukuran tak menjadi masalah. Nyatanya kebanyakan kaum pria beranggapan bahwa hanya penis besar yang mampu bekerja dengan baik alias memuaskan pasangan wanita. Dia biasanya membandingkan kelelakiannya dengan membandingkan penis pada sesama laki-laki di masa-masa awal kedewasaan dan yakin bahwa ini adalah kunci sukses untuk melakukan hubungan seksual. Dan jika Anda tidak terlalu memikirkan ukuran ini, bisa jadi ketakutan ini akan merembet pada keyakinan bahwa Anda tidak ingin situasi ini berubah menjadi lebih baik.

Jika kata-kata tidak cukup efektif, maka cara terbaik adalah dengan membuatnya bangga akan kelelakiannya. Pilihlah posisi yang bisa membuat penetrasi lebih dalam dan tercekat (doggy style, contohnya), sehingga masing-masing Anda akan merasa lebih dekat dalam melakukan hubungan intim.

Hal2 Yang Harus Dilakukan Setelah "Bercinta" ...achhhh


Setelah 'lepasin hajat' kepuasan sex,selain bersih2 diri,buang tissue pd tempatnya,saling lap keringet,mandi bareng(junub cyiiin) ada baiknya perhatikan hal2 beriku ya jeng2 smua...cekidot!!

1. Berpelukan

Setelah mencapai puncak kepuasan, berpelukan dengan pasangan merupakan hal terbaik yang bisa membuat Anda dan dia menjadi lebih hangat dan merasa memiliki. Dengan sisa bara asmara setelah melakukan hubungan seks, berpelukan dapat menjaga kehangatan dalam tubuh maupun pikiran.

2. Ngobrol

Membahas hubungan cinta Anda dan pasangan dengan lebih santai dan romantis tentunya akan membuat Anda berdua tenggelam dalam pembicaraan yang mendalam. Sehingga pikiran dan perasaan Anda berdua terkoneksi dengan baik. Bahas mengenai hubungan Anda, perasaan Anda maupun hidup Anda bersama.

3. Menyentuh Satu Sama Lain

Menyentuh wajah, rambut, bibir maupun tangan pasangan, meski Anda tidak bicara apapun, bisa menyampaikan perasaan Anda dengan lebih berkesan. Genggaman tangan juga bisa menunjukkan padanya betapa Anda sangat menyayangi dan membutuhkannya. Tatap matanya dan Anda berdua bisa terkoneksi dengan baik sekalipun tidak banyak bicara.

4. Tertawa

Seks nggak harus melulu serius. Anda juga bisa tertawa dengan pasangan Anda. Katakan perasaan Anda atau ceritakan rahasia kecil yang Anda ingin dia tahu. Saling tertawa bisa membuat perasaan yang lebih dekat di antara Anda berdua.

Bercinta memang hal yang istimewa bagi pasangan. Oleh karena itu, setelah sukses hingga ke puncak kenikmatan, jangan sia-siakan momen di mana Anda bisa memberikan lebih. Tidak hanya aktifitas intim, namun juga menunjukkan perasaan Anda setelah melakukan hubungan seks. Show your love more.

Hal yang Membuat Wanita Jadi Hiperseks


1. Permintaan istri yang menggebu, bisa karena dia tidak mencapai orgasme atau misorgasm.
Ternyata keadaan ini justru sering dialami istri dan malahan menempati urutan pertama dari keluhan istri, sehingga 60-90 persen dari pasutri. Wajar jika istri selalu menuntut “jatahnya” yang jarang dilunasi oleh sang suami, sehingga sang suami kedodoran untuk memenuhinya. Terkadang dialami oleh beberapa istri yang dituduh oleh suaminya mengalami hiperseks, sehingga dianjurkan untuk berkonsultasi kepada ahlinya, bukan suami yang berusaha untuk mengevaluasi diri. Padahal mungkin saja sang suami menderita ejakulasi dini atau kurang ahli dalam hal rangsangan. Ketidakcakapan perilaku seksual menyebabkan suami dengan sengaja mempercepat hubungan intim. Akibatnya terjadi missorgasm atau nyeri bagi wanita saat melakukan hubungan intim, katena Miss V belum dalam keadaan siap dieksplorasi oleh Mr P.

2. Sebuah laporan menyebutkan bahwa puncak frekuensi hubungan intim pasutri tertinggi pada suami ialah sekitar umur 30-35 tahun, dan pada istri sekitar 40 tahun. Tetapi, kenyataan di masyarakat tidak demikian. Kerap kali gairah seksual lenyap sebelum waktunya akibat kekecewaan yang dialami. Namun, kemungkinan kecil lain menyatakan wanita mempunyai gairah yang berlebihan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu kepekaan terhadap hormon atau stimulan lainnya, atau adanya kelainan di otak yang merupakan organ seks terbesar. Sebatas apakah wanita bisa menjadi hiper atau normal ?

3. Adanya kelompok wanita yang selalu mampu menikmati hubungan intim, dan senantiasa mencapai orgasme bahkan hingga beberapa kali atau multiple orgasm. Bisa juga dikarenakan suami yang dapat mengimbagi dengan memperpanjang permainan sebelum orgasme, tapi masih dapat mengendalikan diri. Menurut para ahli, pemeriksaan diri secara teratur ke dokter atau psikiater merupakan jalan terbaik memecahkan permasalahan ini. Setelah dilakukan analisa dan wawancara maka tahap awal dapat diketahui gejala kejiwaan atau fisik. Apabila sang istri mengalami hiperseks, tindakan yang harus diambil salah satunya melalui pengobatan intensif oleh ahli jiwa atau psikiatris, karena salah satu gangguan seks yang dialami oleh wanita lebih bersifat kejiwaan.

Langkah selanjutnya dilakukan tes laboratorium. Dari hasil tes tersebut makan penanganan selanjutnya oleh psikiater melalui penambahan beberapa obat untuk meredakan hiperseksual pasangan. Janganlah membeli obat di luar resep dokter.

Obat yang biasa dijual di pasaran seperti viagra belum tentu adalah obat kuat yang dianjurkan oleh psikiater karena banyak obat serupa mengandung khasiat yang dipertanyakan.    

Kemampuan Orgasme Wanita Dapat Diketahui Dari Cara Berjalan


Orgasme adalah perasaan menyenangkan yang muncul saat melakukan aktifitas seks. Perasaan nikmat yang muncul saat orgasme oleh sebagian orang disebut puncak seks dan karena itu seks tanpa orgasme kadang membuat banyak orang jadi pusing.


Orgasme pada wanita berbeda pada pria. Beberpa wanita ada yang mudah mencapai orgasme dan beberapa lainnya mengaku sulit mencapai orgasme. Bahkan beberapa wanita mengaku belum pernah merasakan orgasme sekalipun dalam hidup mereka

Beberapa pakar seksologi berpendapat bahwa ada hubungan antara kemampuan seorang wanita mencapai orgasme dengan cara berjalannya. Walaupun agak aneh tapi setidaknya hubungan tersebut dapat dibuktikan oleh DR. Laura Bermen.

DR. Laura Bermen adalah seorang pakar seksualitas dari Universitas Northwestern yang meneliti seksualitas wanita dan menemukan bahwa wanita-wanita yang sering mencapai orgasme saat bercinta memiliki cara berjalan yang khas.


“Wanita yang berjalan lincah, santai, tampak seksi dan berenergi, independen memiliki kecendrungan mudah mendapatkan orgasme vaginal”, ujar DR. Berman sebagaimana dikutip oleh situs Suntimes.
Cara berjalan seperti itu menunjukkan otot panggul di sekitar vagina kuat, tidak lemah dan tidak terkunci. Kondisi demikian sangat memungkinkan seorang wanita mengalami orgasme vaginal dengan mudah jika menerima rangsangan seksual.

Jika dilihat dari sudut pandang psikologis, maka wanita yang berjalan dengan percaya diri, santai dan berenergi tentu memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang berjalan dengan tidak bersemangat. Rasa percaya diri yang muncul dari dalam diri membuat wanita-wanita ini lebih mampu mengeksplorasi keinginan seksual, tahu yang mereka inginkan dan paham bagaimana mencapai orgasme.
Menurut DR Berman, hubungan orgasme dan cara berjalan jika diperhatikan mirip dengan hubungan telur dan ayam. Sangat sulit dipastikan mana yang sebab dan akibat. Cara berjalan bisa meningkatkan kemungkinan mencapai orgasme tapi orgasme yang teratur juga bisa meningkatkan kepercayaan diri dan membuat cara berjalan lebih santai.

Berjalan dengan semangat dan berenergi memiliki dampak positif bagi tubuh. Sehingga lepas dari pendapat DR Berman, seorang wanita disarankan untuk memperbaiki posisi tubuh saat berjalan dan tidak ragu saat menggoyangkan pinggul. Berjalan dengan semangat, berenergi dan percaya diri membuat postur tubuh dan tulang menjadi kokoh dan tidak mudah cedera dan tentu akan membuat organ tubuh lebih peka terhadap rangsangan.

Rahasia Sex Berdasarkan Usia...oucchhh yeaaah!


Pola pikir dan kondisi tubuh manusia terus berubah seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut tentunya mempengaruhi banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah kehidupan seks.

Menurut ahli seks Tracey Cox dalam bukunya yang berjudul 'Sextasy', manusia dalam setiap tahap usia memiliki dorongan dan kebutuhan seks yang berbeda. Berikut adalah perbedaan-perbedaan tersebut seperti dilansir dari Times of India.

1. Usia 20an
Pada usia 20an, baik pria maupun wanita cenderung masih memiliki fantasi seks yang 'nakal'. Pada usia ini, pasangan yang bercinta masih sering melakukan variasi posisi seks. Selain itu, pada tahap usia ini baik pria maupun wanita juga masih rajin bereksperimen untuk mencari cara mendapatkan orgasme yang terbaik.

2. Usia 30an
Pada usia 30an, banyak pasangan yang melakukan hubungan seks secara lebih terang-terangan. Pada tahap ini, baik pria maupun wanita kebanyakan sudah mengetahui cara mencapai orgasme yang terbaik sehingga sudah mengetahui apa yang dibutuhkan.

Namun pada usia ini pula kebanyakan pasangan suami-istri sudah memiliki buah hati sehingga kehidupan seks cenderung menurun. Menurut Cox, umumnya pasangan yang baru memiliki keturunan membatasi hubungan seks sebanyak 4-5 kali dalam sebulan. Jika sedang tidak mood untuk bercinta, tetaplah ingat untuk memberikan sentuhan dan pelukan kepada suami.

3. Usia 40an
Pada usia 40an, kebanyakan pria mengalami masalah ereksi dan lebih sering menonton film porno ataupun memuaskan diri dengan pembicaraan seks. Sedangkan wanita pada usia ini cenderung lebih tertarik pada pria yang lebih muda.

Walaupun pada usia 40-an kuantitas berhubungan seks cenderung menurun, namun bukan berarti gairah juga menurun. Baik pria maupun wanita pada usia ini lebih mementingkan kualitas hubungan seks ketimbang kuantitasnya.
   

Wow!! Rahasia Terdalam Pria Yang Patut Kita Tahu..


Selama ini kita selalu diresahkan dengan bagaimana jika nanti setelah melahirkan, atau karena suatu hal Miss V kita menjadi tidak sekencang dulu lagi, dan mengecewakan suami. Nyatanya, pria pun bisa mengalami masalah yang sama, yaitu cemas akan bentuk dan penampakan Mr. P-nya yang bisa berubah mengecewakan. Selama ini memang urusan penampakan jarang dibahas, performa lebih diutamakan. Padahal tidak bisa dipungkiri, penampakan pun memengaruhi gairah untuk bercinta, baik untuk pria maupun wanita. Nah, berikut ini beberapa penurunan 'kualitas' yang terjadi seiring dengan usia dan perubahan fisik pria.

1. Penampakan dan warna

Saat aliran darah berkurang kegencarannya, maka warna Mr. P juga akan berubah. Bagian kepala Mr. P menjadi tidak semerah saat masih muda. Selain itu, pubic hair juga akan mengalami perontokan sebagai akibat dari penurunan hormon testosterone seiring usia pria. Secara bertahap, Mr. P akan kembali pada kondisi sebelum pubertas ketika hormon testosterone berkurang, jelas Irwin Goldstein, MD, dikutip dari WebMD.

2. Ukuran

Tidak hanya usia, kondisi fisik pria juga bisa memengaruhi penampakan Mr. P. Seiring pria bertambah dewasa, umumnya mereka menjadi gemuk, penumpukan lemak di perut bagian bawah ini akan membuat batang Mr. P terlihat menyusut. Panjang Mr. P saat ereksi juga bisa berkurang seiring usia. Dikutip dari WebMD, Goldstein menyebutkan jika seseorang bisa ereksi sepanjang 15 cm saat usia 30 tahun, maka pada usia 60-70an tahun itu akan berkurang menjadi 12,5 cm saja. Sekali lagi ini disebabkan karena lemak, yaitu lemak pada pembuluh darah yang mengganggu aliran darah ke Mr. P sehingga tidak bisa ereksi dengan normal. Tidak hanya pada batang Mr. P, testikel pria juga akan menyusut diameternya yang dimulai sejak usia 40an tahun.

3. Berkurva!

Jika jaringan terluka, membekas dan menumpuk, ini akan menyebabkan Mr. P bengkok. Biasanya terjadi pada usia-usia pertengahan, dan bisa menyebabkan ereksi yang sangat menyakitkan serta mempersulit intercourse. Kondisi ini bisa diperbaiki dengan operasi.

4. Sensitivitas

Bukan cuma performa memuaskan wanita, sensitivitas Mr. P juga penting untuk pemiliknya sendiri. Sensitivitas ini ternyata juga menurun seiring usia, akibatnya Mr. P akan sulit untuk ereksi dan juga sulit untuk mencapai orgasme. Tentu ini akan memengaruhi kepuasan pria dalam berhubungan.

Namun kedewasaan seseorang dan bertambahnya usia untungnya juga membuat pria bisa berpikir lebih luas. Seks tidak hanya soal ukuran fisik atau performa yang gemilang, yang terpenting adalah bagaimana memuaskan dirinya dan pasangan. Jika bisa menjaga tubuh agar tetap fit sampai tua, tentu merupakan nilai plus untuk pasangannya!
 

 
Design by Free WordPress Themes